Waktu kecil,aku percaya bahwa ketika aku merindukan ibu pulang dari
ladang,aku harus memanggil - manggil namanya dari dalam periuk.. perilaku orang
lampung kuno (Seperti kata nyai' /nenek yang mengajarkan).Lama menggaung
nama ibu didalam periuk,maka tak lama sesudahnya ibu datang membawa buah
pisi (entah apa tumbuhan ini nama aslinya),rasanya manis bahkan teramat
manis,sebab bila engkau minum air putih setelahnya
maka air mu pun ikut manis,buah kecut yang kau makan sesudah makan pisi
juga akan manis. Ibu juga akan memberi beberapa butir telur puyuh hutan
yg dia temukan dari semak - semak ladang....
Sekarang kenangan itu
seperti mutiara...
Tapi aku tak pernah memanggil - manggil namanya didalam
periuk.....
Aku menghujat diriku sendiri!
Terlalu angkuh meski hanya
untuk sebuah panggilan.
saya juga pernah melakukan hal yang sama waktu masih kecil ketika ditinggal pergi oleh ibu, tapi saya memanggilnya bukan di priuk, tapi di genthong (tempat menampung air untuk di masak)
BalasHapus