Jemari Alam Menyambutmu

Kamis, 23 Februari 2012

Memanggil Nama Ibu Dari Dalam Priuk

Waktu kecil,aku percaya bahwa ketika aku merindukan ibu pulang dari ladang,aku harus memanggil - manggil namanya dari dalam periuk.. perilaku orang lampung kuno (Seperti kata nyai' /nenek yang mengajarkan).Lama menggaung nama ibu didalam periuk,maka tak lama sesudahnya ibu datang membawa buah pisi (entah apa tumbuhan ini nama aslinya),rasanya manis bahkan teramat manis,sebab bila engkau minum air putih setelahnya maka air mu pun ikut manis,buah kecut yang kau makan sesudah makan pisi juga akan manis. Ibu juga akan memberi beberapa butir telur puyuh hutan yg dia temukan dari semak - semak ladang....
Sekarang kenangan itu seperti mutiara...

Tapi aku tak pernah memanggil - manggil namanya didalam periuk..... 
Aku menghujat diriku sendiri! 
Terlalu angkuh meski hanya untuk sebuah panggilan.

1 komentar:

  1. saya juga pernah melakukan hal yang sama waktu masih kecil ketika ditinggal pergi oleh ibu, tapi saya memanggilnya bukan di priuk, tapi di genthong (tempat menampung air untuk di masak)

    BalasHapus